Senin, 21 September 2015

Nawwaf, jagoan kecil yang kuat



Cerita ini terjadi pada hari sabtu, 19 September 2015

Assalamualaikum wr wb
Bunda ingin share kejadian yang dialami yang tidak akan terlupakan dan semoga bisa mengambil hikmahnya.
Kejadian ini bermula ketika bunda akan berangkat kerja pada hari sabtu. Ya memang kebetulan hari sabtu ini memang bunda masuk sekolah, ada ngawas karena sedang ujian mid semester. Ternyata Kakak Nawwaf setelah bangun tidur ingin ikut ke sekolah bunda, karena sudah lama tak ikut ke sekolah bunda. Tak apalah ikut fikirku karena toh memang sabtu agak lengang waktunya dan sekolah kamipun hanya setengah hari. Akhirnya bunda ambil posisi untuk memandikan kakak Nawwaf dan memakaikan baju plus dengan topi boboiboy serta kaos kaki cars. Kakak Nawwaf siap berangkat ikut bunda kerja pada hari sabtu.

Kamipun diantar oleh Abi sampai stasiun Citayam. Kakak sangat antusias kala itu karena memang naik kereta menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi kakak Nawwaf. Karena memang sering menggunakan transportasi kereta, kakak Nawwaf sampai sudah hafal setiap stasiun dan kakak juga sudah tahu bahwa kita akan berhenti distasiun tebet dan dilanjutkan naik angkot 44 menuju daerah kuningan. Dalam kereta pun kakak tak berhenti2 nya menyanyi lagu apa saja yang dia hapal, lagu yang senang kala itu dinyanyikan adalah Lagu Malaikat Allah.

Sesampainya di Sekolah, kakak sangat antusias. Semua guru2 di Sekolah disalaminya. Kala itu bunda ada jadwal ngajar pagi, tetapi kakak Nawwaf tidak mau bunda tinggal. Akhirnya Alhamdulillah ada Miss Rina yang siap menggantiukan tugas bunda mengawas pagi itu. Bunda membelikan kakak Nawwaf bubur untuk sarapan, dan bunda bilang kakak jika sudah selesai sarapan boleh ya bunda tinggal, dan kakak Nawwaf pun setuju. Yuppp, this is time to observe the clas!!! Bunda meninggalkan kakak Nawwaf bersama teman2 bunda yang lain, dan bunda menemani Miss Rina mengawas ujian..

Teeeettt Teeeettt Bel pun berdering tanda ujian berhenti. Akhirnya bunda sudah selesaikan tugas pertama bunda untuk mengawas di pagi hari. Alhamdulillah... Ketika bunda datang k ruang guru, tidak kudapati Nawwaf berada disana. Ternyata kakak Nawwaf berada di pojok Reading Corner bersama aunty2 guru yang lain. Nawwaf sedang menulis, menggambar, membaca buku2 tentang planet, tentang budaya2 dll. Nawwaf senang sekali berada dalam reading corner tersebut.

Bel ujian ke-dua pun berbunyi. Bunda harus menjalankan tugas mengawas lagi. Nawwaf awalnya tidak mau untuk bunda tinggalkan mengawas, tapi alhamdulillah akhirnya mau ketika Bunda Dhina membujuk Nawwaf utnuk menggambar dan mewarnai di Reading Corner. Selama 2 jam bunda mengawas, akhirnya berakhir sudah tugas mengawas hari ini. 

Kami melanjutkan aktifitas selanjutnya yaitu makan siang bersama di kantin sekolah karena memang kebetulan sekolah kami memakai jasa catering untuk makan siang. Setelah makan siang kami lalu pergi untuk meninggalkan sekolah dan bergegas turun lift dan jalan kaki ke pangkalan angkot 44 menuju stasiun tebet.

Sudah direncanakan sebelumnya bahwa hari sabtu ini bunda akan ke rumah miss putri di daerah sawangan Depok untuk menjahit baju. Karena kebetulan dekat rumah Miss Putri ada teteh tukng jahit yang murah dan lumayan rapi. Kami pun naik kereta hanya sampai stasiun Depok Baru, dan melanjutkan perjalanan ke rumah Miss Putri menggunakan sepeda motor. Dalam perjalanan ini, Nawwaf sempat tertidur di atas motor sebelum akhirnya terbangun karena kami mengisi bensin. Akhirnya tidak lama dari isi bensin, kami sampai di rumah Miss Putri.

Bunda ikut untuk sholat dzuhur di rumah Miss Putri, dan Nawwaf sempat diajak oleh Miss Putri untuk ikut bersamanya ke indomaret.  Pulang dari indomaret nawwaf membawa satu cup es krim coklat. Yup memang kegemarannya adalah makan es krim. Sambil menunggu miss putri sholat dan beres-beres, bunda dan Nawwaf  naik ke lantai dua rumahnya untuk sekedar melihat lihat. Nawwaf sangat abtusias sekali karena rumahnya tinggi dan berlantai dua sedangkan rumah kami hanya satu lantai. Setelah puas melihat-lihat diatas akhirnya kami pun turun tangga. Namun ketika turun tangga, bunda mendengar suara GEDUBRAAAAAKKK!! Bunda kaget suara apa itu. Ternyata pas bunda lihat kebelakang, tubuh Nawwaf sudah jatuh dengan posisi kepala dibawah dan kaki diatas dan tertelungkup. Seketika lutut bunda menjadi lemas melihat bocah lanang ini terkapar tak berdaya. Kemudian bunda balikan badan dan ternyata sudah penuh darah yang keluar dari dagu kakak Nawwaf. Bunda berteriak meminta tolong kepada Miss Putri untuk mengambilkan sbeberapa helai tissue. Saking banyak darah yang keluar, tisuue yang terpakai pun banyak. Ketika darah mulai berhenti, bunda melihat daging yang terbuka tidak terbalut oleh kulit. Bunda semakin lemas, tidak tau harus berbuat apa. Bunda tidak berani untuk member kabar kepada ABi dirumah karena bunda belum tenang. Akhirnya bunda memutuskan untuk membawa Nawwaf segera ke Rumah Sakit terdekat dengan bantuan Miss Putri.

Akhirnya kami pergi ke RSIA As-Syifa daerah cinere yang letaknya tidak jauh dari Rumah Miss Putri. Dalam perjalanan, kakak Nawwaf menangis dan meminta untuk tidak dilakukan tindakan suntik jika dia dibawa ke RS. Sesampainya di RS, kami langsung ke tempat pendaftaran dan bunda katakan kepada suster bahwa anak ini terjatuh dari tangga. Kemudian kami langsung diarahkan ke IGD, dan langsung dilakukan penanganan. Nawwaf menangis tidak mau disuntik. Bunda mencoba untuk kuat dan menguatkan kakak nawwaf bahwa ini tidak sakit, kakak jagoan bisa melewati semua ini. Air mata bunda terjatuh, bunda tak kuasa melihat kakak Nawwaf yang menjerit kesakitan ketika jarum suntik itu mengena di dagunya. Kami dan para suster serta dokter memegang erat seluruh badan kakak Nawwaf. Setelah suntikan bius itu mendarat, barulah jarum dan benang itu menari-nari diatas dagu nawwaf membentuk sebuah jahitan yang rapih layaknya menjahit baju.

Beberapa menit berlalu, akhirnya dokter menyudahi jahitan tersebut dan luka tersebut diperban dengan rapi. Dokter berpesan bahwa kami harus kembali lagi hari selasa untuk mengganti perban dan hari sabtu depan untuk mencabut benang jahitan. Alhamdulillah semua selesai dan bunda menjadi lega. Kemudian suster berbisik bahwa akan diberikan suntik TT untuk nawwaf karena khawatir ada tetanus. Akhirmya dengan bujuk rayu suster nawwaf mau memiringkan badan untuk dibuka celananya, dan seketika cuuusssss jarum suntik mendarat dan nawwaf pun berteriak dengan kencang, tapi tak butuh waktu lama untuk menghentikan tangisannya. Kami pun bersiap-siap untuk menebus resep dan membayar biaya berobat di kasir.
Setelah semua selesai, kami pun pergi meninggalkan RS tersebut. Nawwaf dibekali dua macam obat yaitu antibiotic yang harus dihabiskan dan obat puyer pereda nyeri yang jika sudah hilang rasa nyerinya, obat tersebut tidak perlu dikonsumsi lagi. Nawwaf menagih untuk dibelikan es krim lagi, karena es krim yang tadi belum sempat dimakan semuanya. Akhirnya kami memutuskan untuk berhenti di Indomaret terdekat. Tapi ternyata yang dibeli bukanlah es krim melainkan mobil mainan  hot wheel. Hehehe tak apalah yang penting kakak Nawwaf senang.

Kemudian kami kembali ke rumah Miss Putrid an bersiap-siap untuk pulang. Sebelum pulang, kami mampir dulu ke Tukang Jahit yang awalnya menjadi tujuan bunda berkunjung ke rumah miss putri. Tak lama berada di Tukang Jahit, kami lalu diantar pulang sampai Citayam di depan Klenger Burger. Miss Putri pun berlalu, dan kami menunggu jemputan oleh Abi disana sambil menikmati sebuah burger pesanan Kakak Nawwaf. Ketika abi sampai di lokasi, Abi kaget melihat kondisi kakak Nawwaf dengan perban di dagu. Akhirnya bunda ceritakan kejadian ini dan Alhamdulillah Abi tidak marah ataupun menyalahkan bunda. Terimakasih Abi atas support dan doanya. Kemudian kami pulang dan sampai di rumah dengan selamat.

Pesan dari cerita di atas adalah kita perlu hati-hati dan waspada sebagai seorang ibu, jangan pernah lalai untuk menjaga putra putrinya. Walaupun memang kita sebagai manusia biasa terkadang ada kelalaian dari kita yang tidak disengaja. Semoga kita selalu di lindungi oleh Allah SWT, dijauhkan dari segala hal buruk. Syukur kami panjatkan kepada Allah Yang Maha Esa atas segala nikmat yang telah diberikan.
Wassalamualaikum wr wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar